Keelokan Pariwisata Waduk Penjalin di Brebes

dari-pinggir-waduk-penjalin-terlihat-puncak-gunung-slamet.jpg

Gambar 1 : Dari Bendungan Waduk Penjalin kita dapat menyaksikan indahnya Puncak Gunung Slamet

Jika anda ingin berlibur ke tempat yang sejuk dan asri serta tidak terlalu banyak menguras kantong anda, kunjungilah waduk penjalin terutama menjelang senja. Di sana anda dapat merasakan segarnya angin yang dihembuskan dari pepohonan yang rindang yang terdapat di sekeliling waduk, angin yang dihembuskan jauh lebih segar dibandingkan dengan angin laut yang terasa kering dan sepet di mata. Kesegaran angin ini akan terasa lebih nikmat ketika anda berada di tengah waduk dengan mengendarai prahu yang dapat disewa dengan harga yang sangat ringan hanya Rp 2.000 (rongewu perak perorang), dan anda dapat berkeliling waduk sepuasnya sampai mabuk (masuk angin). Selain kesegaran angin, anda juga dapat menyaksikan pemandangan lain misalnya gadis-gadis desa yang mandi dan mencuci di pinggiran waduk, tentu saja bukan hanya gadis tapi nenek-nenek juga tidak sedikit yang mencuci di pinggiran waduk penjalin ini. Ingin tahu lebih jauh tentang waduk penjalin? Datanglah kesana. Sebelum anda datang ada baiknya anda menyimak kesan-kesan orang yang sudah pernah kesana :

penjalin320.jpg

Gambar 2: Suasana Di Atas Perahu

Mengisi Senja di Waduk Penjalin, Desa Winduaji Kecamatan Paguyangan

SETELAH sepekan penuh bergelut dengan rutinitas pekerjaan, ada baiknya kita sejenak mencari penyegaran. Nah, jika Anda menginginkan suasana tenang sambil menikmati keindahan landscapealam yang masih alami, pilihan tepat adalah Waduk Penjalin di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes. Melewatkan sore hari di tengah Waduk Penjalin tak ubahnya mereguk kesegaran air pegunungan. Memang, sepintas tidak ada kesan sebuah tempat wisata di Waduk Penjalin.Tidak ada papan petunjuk yang memandu pengunjung ke arah waduk. Namun bila Anda sampai di wilayah Paguyangan, tanyalah pada penduduk setempat. Anda akan langsung ditunjukkan ke satu jalur menuju danau buatan seluas 126 ha itu. Anda harus menaiki sekitar 300 anak tangga untuk mencapai bibir waduk. Cukup melelahkan untuk sampai di anak tangga paling atas, tetapi akan segera sirna dan berubah menjadi kekaguman sesampai di atas. Gemericik air pecah di bebatuan seolah menjadi keasyikan tersendiri bagi pengunjung. Pun, ketika mata memandang di sepanjang hamparan permukaan air. Ketenangan suasana alam akan merasuk ke alam pikiran dan membuat jiwa hanyut dalam pesona alam. Betapa kecilnya manusia di hadapan sang Khalik.

main-bola-di-waduk-penjalin-yang-kering-1.jpg

Gambar 3: Main Bola Ketika Air Waduk Penjalin Surut (kering saat kemarau)

Menyewa Perahu
Petualangan alam di Waduk Penjalin akan lebih mengasyikkan bila kita menjelajahi sepanjang waduk. Untuk mencapai bibir seberang, Anda cukup menyewa perahu kecil yang sudah disiapkan warga setempat. Hanya dengan uang Rp 2.000, kita dapat mengelilingi waduk sepuasnya hingga kembali ke tempat. Namun, bila ingin seharian mengelilingi waduk Anda harus mengeluarkan kocek Rp 15.000.
Perjalanan di atas perahu mengelilingi waduk tak ubah seperti keasyikan yang tiada habis. Satu hal bila Anda penggemar mancing, akan lebih afdol membawa peralatan pancing naik perahu. Sambil meresapi kesunyian alam, kita akan tenggelam dalam sensasi keasyikan menarik kail pancing. Menurut salah seorang warga, Mardianto (40), Waduk Penjalin sudah berdiri waktu zaman kemerdekaan. Menurut orang tuanya, waduk itu dibangun pada masa penjajahan Belanda.Dari waduk itu selanjutnya menyebar menjadi jaringan pengairan yang mengaliri puluhan hektare lahan pertanian warga sekitar. “Waduk itu juga dipakai untuk memelihara ikan,” kata dia. Warga yang memanfaatkan potensi perairan danau buatan tersebut membuat paguyuban tersendiri. Kegiatan mereka selain membuat karamba ikan, juga membudidayakan berbagai tanaman pertanian.

menara-waduk-penjalin.jpg

Gambar 4 : Menara Waduk Penjalin

Kesan Mrs. Y

Jalan-jalan ke waduk penjalin ini sebenernya udah lama (Minggu, 12/2). Tapi baru sempet posting …

Sebenernya (lagi), niat awal kita waktu itu adalah menyambangi rumah temen kerja di Patuguran, Bumiayu, yaitu
Sandy (pria paling kiri di foto #1). Dia sih pernah bilang kalo rumahnya itu deket sama Waduk Penjalin. Tapi aku ga pernah nyangka kalo ternyata dekeeeet banget. Keluar rumah, tengok kanan udah keliatan itu waduk. Jalan kurang lebih 20 meter, udah nyampe waduk … deket banget
kan … hekekeke …
Karena letaknya ada di perbatasan antara Kabupaten Banyumas dan Brebes, jadi ga terlalu lama waktu yang ditempuh dari Cilacap, kira-kira 1,5 jam. Dari Cilacap ada 4 motor. Jadi rombongan yang ikut waktu itu 8,5 orang … hehehe … soalnya ada si kecil Nikol yang ikutan bapak sama emaknya … Waduknya … hmmm, seperti waduk-waduk yang laen … banyak airnya … Tapi lumayan kok. Karena daerahnya emang dataran tinggi, jadi hawanya lumayan sejuk. Udah gitu, pemandangannya juga indah, karena dikelilingi oleh deretan pegunungan.
Mau bukti??? Liat aja sendiri …
Waduh, hawa waduk yang sejuk ga bisa kerasa ya … … makanya dateng aja sendiri …
Waduk ini luasnya 125 ha (bayangin sendiri), jadi asyik banget kalo buat maen perahu-perahuan. Dan emang, di tepi waduk berjejer pulau-pulau … eh, perahu-perahu.
Semula, kalo ga salah, si mas tukang perahunya nawarin Rp 3 ribu per orang untuk naik perahunya. Tapi, setelah ditawar, akhirnya, si mas mempersilakan kami yang ber-8,5 muter-muter waduk dengan ongkos Rp 20 ribu.
Perahunya cukup nyaman,
kan …
Lho, siapa ini …???? Hehe, bukan si mas tukang perahu … iseng aja masang foto ini … kekekeke … Oooo, bukan. Ini bukan anakku dengan pria tadi … Ini dia si anak 0,5 itu … hehehe … namanya Nikol, panggilan sayangnya Ni-ong. Emak – bapaknya itu yang pake baju kuning dan ijo di atas … Sebenernya postingan kali ini kurang lengkap … ga ada gambar Waduk Penjalinnya. Abis keasyikan foto-foto sendiri sih … Katanya, setiap Idul Fitri, ada yang namanya Pekan Wisata Idul Fitri. Acaranya banyak, termasuk lomba menangkap itik … kebayang serunya … Penasaran??? Ke
sana aja pas Idul Fitri, ga begitu jauh dari jalur utama kok.

tepi-timur-waduk-penjalin.gif

Gambar 5 : Pelabuhan Waduk Penjalin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: